Tadi pagi baca di internet : pernikahan sesama jenis diperbolehkan di New York state, US dan banyak orang berbondong-bondong mempergunakan kesempatan ini untuk melegalisasi hubungan mereka yang selama ini seperti ilegal. Entah kenapa saya turut bahagia untuk mereka. Saya tidak melihat jenis hubungannya ..tetapi saya mencoba merasakan perasaan mereka ketika mereka mencintai seseorang dan tidak dapat dipersatukan.
Hubungan manusia ini memang rumit. Belum lagi masalah cinta dan mencintai. Mencintai orang lawan jenis saja memerlukan keahlian hati, apalagi mencintai sejenis... jadi penasaran ingin berbicara dengan salah satu pasangan ini dan ingin mengerti lebih dalam mengenai hubungan mereka.
Selama ini sudah sering saya berkenalan dan bertemu dengan pasangan sejenis dan memang saya akui cara mereka berhubungan berbeda. Agak susah saya menjelaskan bedanya ..tapi beda aja gitu..
Sekarang pemikiran yang timbul di saya adalah.. apakah mungkin tidak penting jenis kelamin orang yang kita cintai itu? Khan ada pepatah mengatakan cinta itu seperti kupu-kupu yang terbang tinggi dia bisa hinggap dimana saja yang dia ingini... jadi artinya kita nggak bisa mengatur kita ini jatuh cintanya sama siapa.. karena cinta nggak mengenal usia, derajat , latar belakang.. dan sekarang mungkin ditambah tidak mengenal jenis kelamin. Cinta itu murni, yang membuat jadi tidak murni adalah pemikiran, logika, agama dan masih banyak faktor X lainnya.
Beberapa malam yang lalu seorang teman bercerita bahwa ada seorang anak laki-laki masih SMP yang tiba-tiba datang padanya dan "curhat" karena anak ini bingung dia lebih suka sama sesama laki-laki. Teman saya ini kaget dan bingung cara menghadapi kelainan ini. Apakah benar ini kelainan? atau mungkin dia hanya bingung ? Pertanyaannya mungkin "kenapa saya hanya boleh mencintai perempuan?" lalu kenapa perasaan suka dan sayang ini malah lebih kuat ke lelaki? ada yang bisa jawab? Jujur saya kasihan sama teman saya karena dia juga tidak bisa memberikan jawaban atau bantuan yang berarti.
Entah siapa yang memulai semua masalah hati ini... hingga ada istilah terbaru sekarang "lelaki perempuan sama saja yang penting kasih sayang" apa benar begitu? Seberapa besar hausnya kita akan kasih sayang sehingga kita secara sembarangan mencarinya? Apapun itu asal saya merasa disayang.. berarti ini juga bisa menjawab kenapa ada banyak remaja perempuan dibawah umur senang mencari lelaki tua hidung belang? Karena mereka mampu membelikan barang mahal? Apakah itu bentuk kasih sayang yang dicari? hmmmmmm
Sepertinya kita semua haus kasih sayang... atau mungkin cuma kurang kasih sayang... semua butuh disayang.. walaupun kadang kita malu mengakuinya karena istilah butuh kasih sayang... menjelma menjadi haus dibelai... dan seterusnya... tidak mengapa... saya akan bilang terus terang kalo saya memang sedang ingin disayang.. sejak bayi kita suka di belai dan itu bagus untuk pertumbuhan... saya tidak ingin menjadi pribadi yang sok tangguh atau keras padahal sebenarnya dalam hati menangis dan ingin mengemis kasih sayang...
Sekian
katanya sih yang penting nomor satu cinta, jenis kelamin nomor dua.. hahah.. nggak bisa bilang banyak deh, secara suka merinding liatnya kalo ada yang sesama jenis memadu kasih begituan :P
ReplyDeletekadang atas nama kasih sayang semua dihalalkan ya..
bukannya ga setuju, saya sering trauma liat orang homo. pas maba saya dideketin senior yg homo, beberapa hari lalu juga ada yg pedekate..aaargh!
ReplyDeletewaduh, bukan cuman masalah duit sekarang buat mendapatkan cinta jg persaingannya makin global, ga mengenal batas gender. Makin ketat nih persaingannya x_x
ReplyDeleteall you need is love; The Beattles
ReplyDelete