Wajah pucat pasi dihiasi garis kerutan ini sudah lama tidak tersenyum. Tidak tau mengucap syukur atas pemberian Tuhan? sigh....
Biarkan saya mengeluh sejenak... nggak suka? saya juga...tapi kayaknya ini perlu ..
batuk yang seperti senang mencengkeram paru-paru saya yang sudah lelah. Sekarang dada saya sakit seperti habis di pukul sehingga tiap kali batuk menyebalkan itu datang, saya harus menahan sakit dada saya....
Cuaca yang saya tunggu-tunggu ternyata sangat angkuh...dan kejam dengan tidak sedikitpun terenyuh melihat saya menatap nanar di jendela tiap pagi berharap secercah sinar mentari akan menghangatkan tubuh. Sebagai ganti, saya di guyur hujan yang membuat kepala ini sakit seperti mau pecah ...
Terakhir....saya harus belajar merelakan yang harus saya relakan ....
saya berada diujung jalan .... dan ternyata saya bukan siapa-siapa.. apakah menangis bisa menenangkan jiwa? ah ... sudah terlalu murah air mata ini ... siapa yang mau perduli? cih! segitu aja ?
Tuhan, apakah saya tidak akan tidur lagi malam ini sama seperti malam2 sebelumnya?
Baiklah.... lets talk God...lets talk...
puk...puk...puk... sabar yaa...
ReplyDeletesepertinya klo pulang ke JKT mungkin batuknya reda :D pissssss....
aku sudah nemu koyoooooooooooo :)
ReplyDeletedisana ada koyo ya? -__-!
ReplyDelete